Mini 4WD Tetap Eksis, Jadi Ajang Nostalgia dan Edukasi Anak

KAB MADIUN – Permainan Tamiya atau Mini 4WD yang populer sejak era 90-an hingga kini masih eksis dan digemari berbagai kalangan. Di Kabupaten Madiun, komunitas hingga anak-anak masih aktif bermain di lintasan balap miniatur, menjadikannya tidak sekadar hobi, tetapi juga sarana edukasi dan nostalgia.

Sejak dulu, Mini 4WD dikenal sebagai permainan mobil mini tanpa remote yang mampu melaju cepat di lintasan khusus. Permainan ini menuntut pemain untuk merakit serta menyetel komponen secara teliti agar performa mobil optimal.

Meski sempat meredup seiring perkembangan teknologi dan maraknya gadget, kini Tamiya kembali bangkit dan diminati lintas generasi. Hal ini terlihat di area parkir Lapangan Mojorayung, Kabupaten Madiun, yang hampir setiap hari dipenuhi anak-anak hingga orang dewasa.

Suasana semakin ramai saat akhir pekan maupun musim libur sekolah. Anak-anak tampak antusias mengantre untuk mencoba lintasan, sementara orang dewasa ikut bermain untuk mengobati rasa rindu akan permainan masa kecil mereka.

Salah satu penggemar Mini 4WD, Farrel, mengaku senang bisa kembali memainkan permainan tersebut bersama teman-temannya. Hal senada juga disampaikan Haris Subiantoro yang menilai Tamiya tidak hanya menghibur, tetapi juga melatih ketelitian.

Pengelola lintasan juga menyediakan pos khusus layaknya bengkel untuk memastikan kondisi mobil tetap prima sebelum digunakan. Mulai dari pengecekan dinamo, roda, hingga baterai dilakukan agar mobil dapat melaju cepat dan stabil di lintasan.

Menariknya, pengunjung tidak dikenakan biaya untuk menggunakan lintasan tersebut. Namun, pengelola menyediakan jasa pengisian daya atau charge baterai bagi pengguna.

Pengelola lintasan, Agus Pamujiianto, menyebut aktivitas ini menjadi pilihan positif bagi anak-anak, terutama saat libur sekolah. Selain menyenangkan, permainan ini mampu melatih kreativitas, ketelitian, serta kebersamaan antar pemain.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap penggunaan gadget.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *