MAGETAN – Di tengah tingginya harga cabai di pasaran, petani cabai besar di Kabupaten Magetan justru menghadapi ancaman penurunan produktivitas. Serangan hama serta faktor cuaca ekstrem menjadi penyebab utama tanaman tidak berkembang optimal.
Kondisi tersebut dialami petani di Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan. Pada bagian atas tanaman cabai, daun terlihat menguning dan mengering. Akibatnya, pertumbuhan tanaman terhambat, bahkan bakal buah rontok sebelum sempat tumbuh dan berkembang.
Menurut salah satu petani, Pak Klethong, serangan hama terjadi sejak beberapa pekan terakhir. Meski telah melakukan penyemprotan secara rutin setiap tiga hari sekali, hasilnya belum maksimal. Tanaman tetap menunjukkan gejala serupa sehingga produksi terus menurun.
Selain hama, faktor cuaca yang tidak menentu turut memperparah kondisi. Curah hujan tinggi membuat sejumlah buah cabai membusuk sebelum masa panen. Petani terpaksa melakukan sortir lebih ketat karena banyak buah yang tidak layak jual.
Hingga saat ini, petani mengaku belum menemukan metode penanganan yang tepat untuk mengatasi serangan hama tersebut. Mereka khawatir kondisi ini dapat berujung pada gagal panen. Padahal, harga cabai di pasaran sedang dalam tren tinggi yang seharusnya menjadi peluang meningkatkan keuntungan.
Petani berharap adanya pendampingan serta solusi dari pihak terkait agar serangan hama dan dampak cuaca dapat segera diatasi. Dengan demikian, produksi cabai besar kembali stabil dan hasil panen tetap terjaga.

