Tambang Galian C Ditutup, Ratusan Sopir Truk Ponorogo Mengadu ke DPRD

PONOROGO – Ratusan sopir truk dump di Kabupaten Ponorogo menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD setempat, Kamis (15/1/2025). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas penutupan sejumlah tambang galian C di wilayah Ponorogo yang telah berlangsung selama satu bulan terakhir.

Para sopir mengaku penutupan tambang tersebut berdampak langsung pada penghasilan mereka. Mereka kesulitan mendapatkan material pasir dan batu untuk diangkut, sehingga tidak bisa bekerja seperti biasa.

Salah seorang sopir truk, Hadi Riyanto, menuturkan sebelum tambang ditutup ia masih bisa memperoleh penghasilan sekitar Rp150 ribu per hari. Namun, sejak penutupan berlangsung, ia sama sekali tidak mendapatkan pemasukan dari hasil angkutan tambang.

“Kami berharap ada solusi segera. Kami ini hanya bekerja mencari nafkah, bukan pelanggar aturan,” ujar Hadi.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, menyampaikan bahwa penutupan tambang dilakukan menyusul adanya keluhan masyarakat terkait pelanggaran kesepakatan operasional, seperti kelebihan muatan dan kerusakan jalan akibat aktivitas tambang.

“Operasional tambang harus sesuai ketentuan perizinan dan memperhatikan dampak lingkungan serta keselamatan pengguna jalan,” tegas Dwi Agus Prayitno.

Setelah dilakukan rapat dengar pendapat bersama antara perwakilan sopir, pengelola tambang, dan DPRD Ponorogo, diputuskan bahwa aktivitas tambang akan kembali dibuka pada Senin, 19 Januari 2025. Namun, pembukaan kembali tersebut disertai syarat agar para sopir dan pengusaha tambang mematuhi seluruh aturan yang berlaku.

Salah satu sopir, Nur Kharis, menyambut baik keputusan tersebut dan berharap tidak ada lagi penutupan mendadak ke depannya. Ia juga mengajak sesama sopir untuk lebih disiplin agar kegiatan tambang berjalan lancar dan tidak merugikan masyarakat sekitar.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *