MAGETAN, JAWA TIMUR – Program Gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto diharapkan mampu mendorong pertumbuhan industri genteng rakyat di berbagai daerah. Program ini tidak hanya menyasar perbaikan atap rumah layak huni bagi masyarakat, tetapi juga menjadi harapan baru bagi para pengrajin genteng agar usaha mereka kembali bergeliat.
Di Kabupaten Magetan, program Gentengisasi dinilai menjadi angin segar bagi pengrajin genteng tradisional. Program yang berfokus pada perbaikan rumah masyarakat ini diproyeksikan mampu meningkatkan permintaan genteng lokal sekaligus menggerakkan kembali industri rumahan yang sempat lesu dalam beberapa tahun terakhir.
Industri Kecil Menengah (IKM) genteng di Kabupaten Magetan tergolong besar. Tercatat sekitar 1.034 pengrajin genteng masih aktif berproduksi. Dari jumlah tersebut, total produksi genteng mencapai lebih dari 144.517.450 biji per tahun. Angka ini menunjukkan potensi besar industri genteng lokal yang dapat terus dikembangkan melalui program Gentengisasi nasional.
Sejumlah pengrajin mengaku menaruh harapan besar agar program Gentengisasi dapat direalisasikan secara berkelanjutan dan benar-benar melibatkan produksi lokal. Selain meningkatkan penjualan, program ini juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar sentra industri genteng.
Selama ini, industri genteng tradisional menghadapi berbagai tantangan, mulai dari menurunnya permintaan pasar, kenaikan harga bahan baku, hingga persaingan dengan produk atap modern. Dengan adanya program Gentengisasi, para pengrajin berharap pemerintah dapat memberikan prioritas pada penggunaan produk dalam negeri.
Pengrajin genteng, Karmi, berharap program ini tidak hanya sebatas distribusi bantuan, tetapi juga diiringi dukungan nyata berupa pelatihan, modernisasi proses produksi, serta kemudahan akses distribusi, sehingga industri genteng rakyat mampu bertahan dan berkembang.
Para pengrajin menilai, apabila program Gentengisasi berjalan optimal dan menyentuh langsung produsen lokal, dampaknya akan sangat besar terhadap peningkatan ekonomi masyarakat desa.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pelaku usaha, program Gentengisasi diharapkan tidak hanya menjadi program perbaikan rumah, tetapi juga menjadi motor penggerak kebangkitan industri genteng tradisional di tanah air.

