Plt Bupati Soal Jembatan Gantung di Ngrayun: Masih Kami Ajukan

Ponorogo – Pemerintah Kabupaten Ponorogo akhirnya angkat bicara terkait kondisi jembatan gantung di Kecamatan Ngrayun yang saat ini menjadi akses utama warga dan pelajar setelah jembatan utama putus akibat banjir. Pemerintah menyebut pembangunan jembatan permanen di wilayah perbatasan Ponorogo–Trenggalek masih dalam proses pengajuan karena terkendala masalah kewenangan.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo menjelaskan bahwa pembangunan jembatan permanen di Sungai Jebak, Kecamatan Ngrayun, belum dapat segera dilakukan. Hal ini dikarenakan status jembatan tersebut bukan merupakan aset Pemerintah Kabupaten Ponorogo, melainkan berada di wilayah perbatasan antara Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Trenggalek.

Menurutnya, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) telah melaporkan kondisi terkini jembatan gantung tersebut beserta kendala yang dihadapi kepada pimpinan daerah. Pemerintah daerah, lanjutnya, terus berupaya agar pembangunan jembatan permanen bisa segera direalisasikan melalui usulan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Kami sudah menerima laporan dari DPU mengenai kondisi jembatan dan kendalanya. Saat ini masih dalam tahap pengajuan karena menyangkut kewenangan lintas kabupaten,” ujar Plt Bupati Ponorogo.

Sebelumnya diketahui, jembatan penghubung antara Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, dengan Desa Depok, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, putus akibat banjir pada awal Januari lalu.

Akibatnya, warga terpaksa membangun jembatan gantung sederhana yang kini menjadi akses utama untuk bersekolah, bekerja, berobat, dan beraktivitas sehari-hari, meski kondisi jembatan tersebut dinilai cukup berisiko.

Pemerintah berharap, dengan adanya koordinasi antarwilayah, pembangunan jembatan permanen dapat segera direalisasikan demi keselamatan dan kelancaran mobilitas warga di wilayah perbatasan.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *