PONOROGO – Hari pertama Ramadhan di Kabupaten Ponorogo diwarnai kenaikan harga sejumlah bahan pokok, salah satunya telur ayam. Harga telur yang sebelumnya berada di angka Rp26 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp29 ribu per kilogram.
Kenaikan sekitar 11 persen dalam sepekan terakhir ini diakui pedagang berdampak langsung pada penurunan daya beli masyarakat.
Di sejumlah pasar tradisional, termasuk Pasar Legi Ponorogo, harga telur ayam terpantau merangkak naik pada awal Ramadhan. Meski demikian, pedagang menyebut stok telur masih tergolong aman dan tidak terjadi kelangkaan pasokan.
Menariknya, kenaikan harga ini justru terjadi saat permintaan cenderung menurun. Kondisi tersebut membuat pedagang harus menghadapi turunnya volume penjualan secara signifikan.
Sri Puji Rahayu, salah satu pedagang telur di Pasar Legi Ponorogo, mengungkapkan sebelum kenaikan harga dirinya mampu menjual hingga 75 kilogram telur per hari. Namun kini, penjualannya turun drastis menjadi sekitar 23 kilogram per hari, atau merosot lebih dari 60 persen.
Pedagang memperkirakan harga sejumlah bahan pokok lain seperti cabai, ayam potong, dan bawang merah masih berpotensi mengalami kenaikan hingga pertengahan Ramadhan.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap bijak dalam berbelanja dan menyesuaikan kebutuhan di tengah fluktuasi harga bahan pokok selama bulan suci.

