PONOROGO – Sebanyak 380 personel gabungan disiagakan dalam Operasi Ketupat Semeru 2026 di Kabupaten Ponorogo. Operasi yang digelar selama dua pekan ini bertujuan mengamankan arus mudik dan balik Lebaran sekaligus menjaga kelancaran lalu lintas menjelang Idulfitri.

Polres Ponorogo mengerahkan ratusan personel gabungan yang terdiri dari unsur kepolisian, Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta instansi terkait lainnya. Operasi ini berlangsung mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Untuk mendukung pengamanan, Polres Ponorogo juga mendirikan enam pos pengamanan yang terdiri dari dua pos pelayanan dan empat pos pengamanan. Pos-pos tersebut ditempatkan di sejumlah titik strategis dan akan difungsikan sebagai pusat pemantauan sekaligus pelayanan bagi masyarakat selama masa mudik Lebaran.

Kapolres Ponorogo, Andin Wisnu Sudibyo, menjelaskan pihaknya juga telah memetakan sejumlah jalur yang berpotensi rawan bencana dan kemacetan. Jalur rawan bencana antara lain berada di jalur Ponorogo–Trenggalek, khususnya wilayah Sawoo dan Tugu, serta jalur Slahung–Pacitan.

Sementara itu, potensi kemacetan diperkirakan terjadi di kawasan Mlilir yang merupakan perbatasan Ponorogo dengan Kota Madiun. Kepadatan lalu lintas juga berpotensi terjadi di sekitar Alun-Alun Ponorogo yang menjadi pusat aktivitas masyarakat saat libur Lebaran.

Polisi mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati selama perjalanan serta segera menghubungi layanan darurat apabila mengalami kendala di jalan. Melalui Operasi Ketupat Semeru ini, diharapkan arus mudik dan balik Lebaran dapat berjalan lancar serta situasi kamtibmas di Ponorogo tetap kondusif.

Share