RSUD Caruban Perkuat Layanan Dialisis, Ajukan Penambahan 16 Mesin Cuci Darah
Kab Madiun – RSUD Caruban terus meningkatkan pelayanan kesehatan bagi pasien gagal ginjal melalui layanan hemodialisis atau cuci darah yang kini dikenal sebagai dialisis. Layanan ini menjadi salah satu fasilitas penting bagi pasien dengan gangguan fungsi ginjal yang memerlukan terapi rutin untuk membantu menyaring racun serta kelebihan cairan dalam tubuh.
Saat ini, unit dialisis RSUD Caruban telah dilengkapi 12 mesin dialisis yang didukung oleh 12 perawat bersertifikat Kementerian Kesehatan. Kehadiran tenaga medis yang kompeten tersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan yang aman, profesional, serta sesuai standar pelayanan kesehatan bagi para pasien.

Dalam operasionalnya, pelayanan dialisis dilakukan setiap hari dengan dua shift layanan, yakni pagi dan sore. Dari total mesin yang tersedia, 11 mesin digunakan untuk pelayanan rutin pasien, sementara 1 mesin disiapkan khusus untuk kondisi darurat, sehingga pasien yang membutuhkan penanganan segera dapat langsung dilayani.
Mesin cadangan tersebut juga diperuntukkan bagi pasien dengan kondisi khusus, seperti pasien dengan penyakit hepatitis maupun penyakit infeksi lainnya. Dengan demikian, penanganan dapat dilakukan secara terpisah tanpa mengganggu jadwal pelayanan pasien lain yang menjalani terapi rutin.
Direktur RSUD Caruban, drg. Farid Amirudin, mengatakan pihak rumah sakit juga berupaya menambah fasilitas layanan dialisis seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.
RSUD Caruban telah mengajukan penambahan 16 mesin dialisis. Pengajuan tersebut telah memperoleh rekomendasi dari Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) dan selanjutnya akan diajukan kepada BPJS Kesehatan untuk mendapatkan persetujuan pembiayaan layanan.
Dengan adanya penambahan fasilitas tersebut, diharapkan akses pelayanan dialisis bagi masyarakat, khususnya pasien gagal ginjal di wilayah Kabupaten Madiun dan sekitarnya, dapat semakin luas dan optimal.










