KOTA MADIUN – Menjelang Idulfitri, penjualan ayam hidup di Kota Madiun mengalami lonjakan signifikan. Permintaan bahkan meningkat hingga lebih dari 100 persen dibandingkan hari biasa, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk persiapan Lebaran.
Aktivitas jual beli ayam hidup di sejumlah pasar terpantau semakin ramai dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan permintaan ini dipicu kebutuhan masyarakat, baik untuk konsumsi pribadi maupun untuk diolah kembali dan dijual sebagai hidangan Lebaran.
Para pedagang mengaku kenaikan permintaan terjadi secara drastis. Jika pada hari normal hanya mampu menjual sekitar 10 ekor ayam per hari, kini jumlah tersebut melonjak hingga 40 sampai 50 ekor per hari. Kondisi ini membuat pedagang harus menambah stok agar tetap bisa memenuhi permintaan pembeli.
Salah satu pedagang, Isiyam, mengatakan peningkatan penjualan terjadi merata di berbagai pasar. Bahkan, jika sebelumnya hanya membawa setengah muatan pikap, kini pedagang membawa satu pikap penuh ayam hidup untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Di sisi lain, tingginya pembelian ayam hidup juga didorong kebutuhan pelaku usaha kuliner rumahan yang memanfaatkan momentum Lebaran. Mereka mengolah ayam menjadi berbagai hidangan seperti ayam panggang maupun menu lainnya untuk dijual kembali.
Seorang pembeli, Sri Hartatik, mengaku membeli ayam dalam jumlah lebih banyak untuk kebutuhan usaha. Selain itu, banyak pembeli juga memanfaatkan jasa pemotongan ayam di pasar agar lebih praktis saat dibawa pulang.
Harga ayam hidup pun ikut mengalami kenaikan, dari kisaran Rp30 ribu hingga Rp45 ribu per ekor, seiring tingginya permintaan menjelang hari raya.










