PONOROGO – Tiga anak di bawah umur diamankan oleh Polsek Sukorejo setelah diduga membuat petasan dan balon udara tanpa awak yang berbahaya. Pengamanan dilakukan usai adanya laporan warga yang resah dengan aktivitas tersebut di wilayah Ponorogo.

Dalam rekaman amatir, ketiga anak tersebut tampak menangis histeris saat berada di kantor polisi. Mereka mengaku takut akan ditahan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Kapolsek Sukorejo, Iptu Agus Tei Cahyo, menjelaskan bahwa pengamanan berawal dari laporan masyarakat terkait aktivitas pembuatan petasan dan balon udara di Desa Lengkong dan Desa Gandukepuh, Kecamatan Sukorejo. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas bersama perangkat desa langsung mendatangi lokasi dan memberikan pembinaan kepada total tujuh anak yang terlibat.

Selain mengamankan anak-anak, petugas juga menyita sejumlah bahan berbahaya yang digunakan untuk membuat petasan, seperti serbuk belerang hingga booster kelereng yang memiliki daya ledak tinggi. Bahkan, selongsong petasan diketahui dibuat menggunakan kertas dari buku pelajaran.

Petugas juga mengamankan balon udara berukuran besar beserta peralatan pembuatan petasan. Bahan-bahan tersebut diketahui diperoleh dari hasil iuran uang saku para anak dan dibeli secara bebas, baik di toko maupun secara daring.

Pihak kepolisian menegaskan akan meningkatkan langkah preventif dan penegakan hukum guna mencegah kejadian serupa, terutama menjelang Idulfitri.

Share