MAGETAN – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Magetan dalam sepekan terakhir memicu berbagai kejadian bencana alam. Mulai dari banjir, tanah longsor hingga pohon tumbang terjadi di sejumlah wilayah.
BPBD Magetan mencatat, terdapat 14 titik banjir berupa luapan dan genangan air, baik di badan jalan maupun masuk ke rumah warga, terutama di wilayah Kecamatan Magetan.
Selain banjir, tanah longsor juga terjadi di 12 titik, khususnya di daerah dataran tinggi seperti Sidorejo, Plaosan, dan Poncol. Kondisi tanah yang labil akibat hujan terus-menerus menjadi pemicu utama terjadinya longsor.
Tak hanya itu, sedikitnya 5 kejadian pohon tumbang juga dilaporkan, yang sempat mengganggu akses jalan dan membahayakan pengguna jalan.
Dampak dari rangkaian bencana ini cukup signifikan. Sedikitnya 5 talud penahan sungai dilaporkan ambrol, serta 10 rumah dan beberapa fasilitas umum terdampak genangan air.
Sementara itu, longsor menyebabkan 3 talud bahu jalan dan 1 talud rumah warga rusak, serta menutup 2 saluran irigasi. Material longsor juga sempat menutup 5 titik jalan dan menghambat aktivitas warga. Bahkan, 2 dapur rumah warga dilaporkan tertimpa material longsor.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan, Eka Wahyudi, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah rawan banjir dan longsor.
Warga diminta rutin membersihkan saluran air, memantau kondisi tanah di sekitar rumah, serta segera melaporkan jika terdapat retakan tanah atau potensi longsor.
Pemerintah daerah juga akan melakukan langkah jangka menengah seperti perbaikan talud, normalisasi drainase, serta penguatan struktur di titik rawan bencana.
Dengan langkah penanganan dan mitigasi terpadu, diharapkan risiko bencana di Kabupaten Magetan dapat diminimalisir, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem.










