KOTA MADIUN – Kreativitas mengolah limbah plastik menjadi produk bernilai ekonomis terus berkembang. Di Kota Madiun, limbah tutup botol plastik bekas disulap menjadi tempat sampah estetik yang tak hanya berfungsi sebagai wadah sampah, tetapi juga mempercantik ruang publik sekaligus menjadi sarana edukasi pengelolaan lingkungan.
Produk inovatif ini dibuat dari kombinasi kawat ram dan tutup botol plastik bekas yang diolah melalui serangkaian proses produksi. Kawat ram dibentuk sebagai kerangka utama, sementara tutup botol plastik dicacah menjadi serpihan kecil lalu dilelehkan menggunakan oven bersuhu 180 hingga 200 derajat celsius untuk dicetak menjadi alas dan penutup tempat sampah.
Selain fungsional, setiap unit dilengkapi stiker kategori sampah guna mendukung budaya memilah sampah sejak dini. Desainnya yang modern membuat produk ini cocok ditempatkan di sekolah, kantor, maupun ruang publik.
Ketua Proklim Pesanggrahan sekaligus Founder 3RE Labs, Kurnia Fidia Wati, mengatakan inovasi ini lahir dari upaya mengubah limbah anorganik menjadi produk bermanfaat dengan nilai estetika tinggi.
“Kami ingin menunjukkan sampah plastik tidak selalu berakhir menjadi limbah, tapi bisa diolah menjadi produk bernilai guna sekaligus mendukung edukasi lingkungan,” ujar Kurnia Fidia Wati.
Menurutnya, respons masyarakat cukup positif. Bahkan dalam waktu sepekan produksi berjalan, pesanan dari warga hingga sejumlah instansi mulai berdatangan, seiring viralnya inovasi tersebut di media sosial.
Produk ini dinilai menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, di mana limbah tidak hanya dikurangi, tetapi juga diubah menjadi peluang usaha sekaligus solusi lingkungan.











Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.