NGAWI — Menjelang Hari Raya Iduladha, Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP) Kabupaten Ngawi melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Pasar Hewan Kecamatan Ngawi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan hewan yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat dan layak untuk kurban.
Pemeriksaan menyasar sapi dan kambing yang mulai ramai diperjualbelikan seiring meningkatnya aktivitas pasar hewan menjelang Iduladha.
Tim petugas bersama dokter hewan melakukan pemeriksaan antemortem, yakni pemeriksaan terhadap perilaku, kondisi fisik, dan kesehatan hewan sebelum dipotong. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan hewan kurban aman, sehat, dan dagingnya layak dikonsumsi masyarakat.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan DPP Ngawi, Tony Wibowo, mengatakan pengawasan diperketat sebagai langkah antisipasi terhadap penyakit hewan menular, termasuk Lumpy Skin Disease (LSD) yang masih diwaspadai.
Selain LSD, petugas juga tetap melakukan pemantauan terhadap potensi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), meski kasusnya disebut relatif terkendali.
Menurut Tony, meningkatnya aktivitas jual beli hewan menjelang Iduladha membuat pengawasan kesehatan ternak harus lebih intensif, termasuk di kandang-kandang peternak yang menyiapkan hewan kurban.
DPP Ngawi berharap upaya ini dapat memberi jaminan keamanan bagi masyarakat dalam memilih hewan kurban sekaligus mencegah penyebaran penyakit ternak.
Pemerintah daerah juga mengimbau peternak dan pedagang segera melapor jika menemukan hewan dengan gejala sakit agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.












Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.