NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi mendorong industri dari Penanaman Modal Asing (PMA) yang beroperasi di wilayahnya untuk menyerap hingga 70 persen tenaga kerja lokal. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja akibat masuknya investasi industri di daerah tersebut.

Pemkab Ngawi mencatat, hingga saat ini terdapat 16 perusahaan PMA yang beroperasi, didominasi sektor industri alas kaki dan mainan. Kehadiran industri ini dinilai membuka peluang besar bagi penyerapan tenaga kerja.

Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) Ngawi, Supriyadi, menyebutkan dari total 16 PMA tersebut telah menyerap sekitar 9 ribu tenaga kerja. Sementara kebutuhan tenaga kerja saat ini berkisar antara 1.000 hingga 2.000 orang.

Namun, jika seluruh industri telah beroperasi secara penuh, kebutuhan tenaga kerja diperkirakan dapat mencapai hingga 50 ribu orang. Hal ini menjadi peluang besar bagi masyarakat Ngawi untuk mendapatkan pekerjaan.

Melalui koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan, Bupati Ngawi meminta agar setiap industri mampu memprioritaskan tenaga kerja lokal hingga 70 persen sesuai kebutuhan.

Ia juga menjelaskan, karena mayoritas industri bergerak di bidang garmen atau menjahit, komposisi tenaga kerja saat ini didominasi perempuan sekitar 70 persen, sementara laki-laki sekitar 30 persen.

Pemerintah daerah berharap, semakin banyaknya investasi yang masuk dapat berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui penyerapan tenaga kerja lokal.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *