PONOROGO – Peringatan Hari Bumi yang jatuh setiap 22 April dimaknai dengan aksi nyata oleh kelompok pemuda di Ponorogo. Mereka memasang barikade dari ban bekas di aliran Sungai Tambak Kemangi sebagai upaya menekan pencemaran sampah.
Kegiatan ini dilakukan oleh komunitas Kelompok Peduli Sungai (KPS) Pepeling Tambak Kemangi bersama unsur kelurahan, TNI, dan Polri, pada Rabu, 22 April 2026. Lokasinya berada di aliran Sungai Tambak Kemangi, Jalan Insinyur Juanda, Kelurahan Tonatan, Kecamatan Ponorogo.
Barikade yang dipasang terbuat dari material sederhana seperti ban bekas, rantai motor, dan botol air mineral. Meski sederhana, inovasi ini terbukti efektif untuk menahan sampah yang terbawa arus sungai.
“Barikade ini kami pasang melintang di sungai untuk menahan sampah. Nanti kalau sudah terkumpul, tinggal ditarik dari salah satu sisi agar mudah diangkut,” ujar Adi Saputra.
Barikade tersebut dipasang mengapung di permukaan air sehingga mampu menyaring sampah tanpa menghambat aliran sungai. Cara ini dinilai praktis sekaligus ramah lingkungan.
Selain berfungsi menjaga kebersihan, sungai ini juga memiliki peran penting sebagai sumber irigasi bagi puluhan hektare lahan pertanian di wilayah Tonatan dan Bangunsari.
“Aliran sungai ini sangat penting untuk irigasi sawah warga. Jadi kebersihannya harus dijaga bersama,” kata Agoes Sudibyo.
Melalui aksi ini, para pemuda berharap kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan semakin meningkat. Upaya sederhana ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.










