Tak Pernah Tersentuh Perbaikan, Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak Selopuro

NGAWI – Warga Desa Selopuro, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, melakukan aksi tanam pohon pisang di tengah jalan desa yang rusak parah. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes karena jalan tersebut tak kunjung diperbaiki, meski telah rusak selama puluhan tahun.

Jalan sepanjang 750 meter itu merupakan jalur alternatif penghubung antara Provinsi Jawa Timur dan Blora, Jawa Tengah. Selain menjadi akses utama warga, jalan tersebut juga kerap dilalui truk pengangkut tebu setiap hari.

Salah satu warga, Agil Setyo Nugroho, mengatakan kondisi jalan semakin memprihatinkan saat musim hujan tiba. Selain berlubang dan becek, banyak kendaraan yang sulit melintas karena rusaknya permukaan jalan.

“Sudah lama rusak tapi tidak juga diperbaiki. Warga hanya sering diberi janji tanpa realisasi,” ujar Agil, Jumat (7/11/2025).

Sementara itu, Kepala Desa Selopuro, Sunarno, menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah mengusulkan perbaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Jalan tersebut bahkan masuk dalam daftar bantuan perbaikan infrastruktur, namun hingga kini belum terealisasi.

Sebagai langkah alternatif, pemerintah desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) telah membahas kemungkinan penganggaran perbaikan menggunakan Dana Desa pada tahun 2026 mendatang.

“Kami juga sudah mendapat kompensasi dari setiap truk pengangkut tebu yang melintas, sebesar Rp10.000 per unit. Saat musim giling, rata-rata ada seratus truk lewat setiap hari, dan dana itu dikelola oleh warga,” terang Sunarno.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki jalan tersebut. Selain menjadi jalur ekonomi masyarakat, kerusakan yang dibiarkan dikhawatirkan bisa memicu kecelakaan dan menghambat aktivitas warga.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *