NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi merencanakan pengembangan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) guna meningkatkan kapasitas layanan sanitasi. Untuk merealisasikan rencana tersebut, dibutuhkan anggaran sekitar Rp3 miliar.
Rencana pengembangan ini seiring meningkatnya kebutuhan layanan sanitasi, terutama dengan bertambahnya kawasan industri serta keberadaan sekolah rakyat di wilayah Ngawi. IPLT yang berlokasi di Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi, diproyeksikan akan ditingkatkan kapasitasnya pada tahun 2027 mendatang.
Kepala Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Ngawi, Pipit Dwi Herlina, mengatakan saat ini kapasitas pengolahan IPLT berada di angka sekitar 17 meter kubik. Dengan meningkatnya kebutuhan, pemerintah berencana menambah kapasitas pengolahan.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan menyusun Detail Engineering Design (DED) sebagai tahap awal pengembangan. Rencana penambahan kapasitas mencapai 20 meter kubik dengan estimasi anggaran sekitar Rp3 miliar.
Menurutnya, peningkatan kapasitas ini diharapkan mampu mendukung terciptanya sanitasi yang aman dan layak bagi masyarakat, sekaligus mengantisipasi peningkatan kebutuhan di masa mendatang.
Selain itu, Pipit menambahkan bahwa sanitasi yang layak juga menjadi bagian penting dalam upaya penurunan angka stunting. Program ini juga selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.
Dengan pengembangan IPLT ini, diharapkan kualitas lingkungan dapat semakin terjaga serta mampu mengurangi potensi pencemaran di wilayah Kabupaten Ngawi.










