KABUPATEN MADIUN -Pemerintah Kabupaten Madiun mengevaluasi penerapan sistem kerja work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara. Evaluasi ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja sekaligus mendorong efisiensi energi.
Langkah evaluasi ini juga akan menjadi dasar dalam penentuan kebijakan lanjutan, termasuk rencana pendekatan lokasi kerja ASN dengan tempat tinggal mereka.
Pemerintah Kabupaten Madiun menilai pentingnya mengukur efektivitas sistem WFH yang telah diterapkan. Evaluasi difokuskan pada sejumlah aspek krusial, terutama kinerja pegawai selama menjalankan tugas secara fleksibel.
Hasil evaluasi tersebut rencananya akan dibahas dalam rapat pimpinan untuk menentukan arah kebijakan berikutnya. Pemerintah berharap penilaian ini mampu memberikan gambaran objektif terkait dampak penerapan WFH di lingkungan ASN.
Selain kinerja, efisiensi energi menjadi tujuan utama dari kebijakan ini. Dengan berkurangnya mobilitas pegawai, konsumsi bahan bakar minyak diharapkan menurun sehingga dapat menghemat anggaran operasional.
Penghematan juga diharapkan terjadi pada penggunaan fasilitas kantor serta kebutuhan energi lainnya.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyatakan bahwa evaluasi ini penting untuk memastikan kebijakan yang diambil tetap efektif dan tepat sasaran.
Ke depan, Pemkab Madiun juga merencanakan strategi jangka panjang berupa pendekatan lokasi kerja ASN dengan tempat tinggal. Kebijakan ini menyasar tenaga pendidik dan tenaga teknis, dengan tetap mengedepankan profesionalisme serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Namun demikian, pemerintah menegaskan bahwa pelaksanaannya harus tetap memperhatikan aturan kepegawaian, termasuk batas minimal masa kerja ASN.









