Jembatan penghubung antar desa di Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, ambles pada Rabu lalu hingga memutus akses lalu lintas warga. Kerusakan ini membuat pengendara harus memutar sejauh beberapa kilometer untuk mencapai tujuan, terutama bagi pengguna jalur alternatif menuju Ngawi.
Jembatan yang berada di Desa Glonggong tersebut mengalami ambles akibat turunnya tiang penopang. Kondisi ini menyebabkan salah satu sisi jembatan melengkung dan membahayakan pengguna jalan. Saat ini, akses jembatan telah ditutup total dan dipasang spanduk peringatan agar tidak dilintasi.
Akibat kerusakan tersebut, mobilitas warga terganggu. Kendaraan roda dua maupun roda empat dari kedua arah tidak dapat melintas. Warga pun terpaksa mencari jalur alternatif dengan jarak tempuh yang lebih jauh.
Salah satu warga, Widodo, berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar aktivitas masyarakat kembali normal dan akses penghubung antar desa bisa digunakan kembali.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Madiun, Bobby Saktia Putra Lubis, menjelaskan bahwa hasil evaluasi sementara menunjukkan amblesnya jembatan diduga akibat pergeseran abutment yang tergerus arus sungai.
Saat ini, penanganan darurat masih dalam tahap kajian dengan mempertimbangkan faktor keselamatan. Sementara itu, rencana pembangunan kembali jembatan sebenarnya telah masuk dalam usulan anggaran sejak tahun 2022 dengan estimasi biaya sekitar Rp26 miliar. Jika terealisasi, dimensi jembatan akan ditingkatkan guna menunjang kelancaran arus lalu lintas ke depannya.










