Harga minyak goreng di sejumlah pasar tradisional di Magetan terpantau mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir. Kenaikan terjadi pada hampir semua jenis minyak goreng, baik subsidi maupun non subsidi.
Untuk minyak goreng subsidi Minyakita, harga saat ini berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp22.000 per liter. Angka tersebut telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Sementara itu, minyak goreng kemasan non subsidi juga mengalami kenaikan. Harganya kini berkisar antara Rp22.000 hingga Rp25.000 per liter, tergantung merek dan ukuran kemasan.
Tak hanya itu, minyak goreng curah yang biasanya menjadi pilihan masyarakat karena lebih terjangkau juga mengalami penyesuaian harga. Saat ini, harga minyak curah berada di kisaran Rp18.000 hingga Rp19.000 per liter.
Salah satu pedagang sembako, Wahyu, menyebut kenaikan harga sudah terjadi sejak hampir sepekan terakhir. Ia menduga salah satu penyebabnya adalah naiknya harga bahan baku kemasan seperti plastik di pasar global.
Selain itu, faktor distribusi dan kondisi geopolitik dunia juga turut memengaruhi stabilitas harga. Pedagang juga mengeluhkan pasokan yang tidak selalu lancar, terutama untuk Minyakita kemasan satu liter yang kerap kosong di pasaran.
Kenaikan harga ini berdampak pada daya beli masyarakat yang harus mengeluarkan biaya lebih untuk kebutuhan sehari-hari. Para pedagang berharap pemerintah segera melakukan stabilisasi harga serta menjaga kelancaran distribusi agar pasokan kembali normal.
Hingga saat ini, belum ada kepastian terkait penurunan harga. Masyarakat pun diimbau untuk lebih bijak dalam berbelanja di tengah kondisi harga yang masih fluktuatif.










