Ponorogo – Tiga dari empat jembatan yang rusak akibat bencana di Kabupaten Ponorogo kini telah selesai dibangun dan mulai dimanfaatkan masyarakat. Sementara satu jembatan lainnya di Kecamatan Bungkal masih dalam tahap pengerjaan.
Salah satu jembatan yang telah rampung berada di Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel. Jembatan tersebut kembali menjadi akses vital penghubung warga setelah sebelumnya putus akibat bencana dan sempat mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk akses pendidikan.
Sebelum jembatan permanen dibangun, warga terpaksa menggunakan jembatan darurat dari bambu untuk menyeberangi sungai. Kondisi itu dinilai cukup berbahaya, terutama bagi para pelajar yang setiap hari melintas menuju sekolah.
Kepala SDN 4 Wagir Lor, Zainal Arifin, mengatakan keberadaan jembatan baru sangat membantu aktivitas belajar siswa yang sebelumnya sempat terkendala akibat akses yang terputus.
Hal serupa dirasakan para siswa. Gwenzy Elayra Gusti, siswi SDN 4 Wagir Lor, mengaku kini lebih tenang saat berangkat ke sekolah.
“Sekarang lebih aman dan tidak takut lagi menyeberang sungai seperti dulu,” katanya.
Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo menjelaskan total ada empat jembatan yang dibangun di wilayah terdampak bencana. Tiga di antaranya telah selesai, masing-masing berada di Kecamatan Ngebel dan dua titik di Kecamatan Sawoo.
Pembangunan jembatan-jembatan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat di wilayah terdampak.
Warga berharap jembatan yang masih dalam proses segera rampung agar seluruh akses yang sempat terganggu dapat kembali pulih sepenuhnya.












Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.