NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi mendorong setiap perusahaan atau industri yang beroperasi di wilayahnya untuk menyediakan Balai Latihan Kerja (BLK). Kebijakan ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat agar siap terserap di dunia industri.
Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah memanggil sejumlah direksi perusahaan guna mendukung peningkatan sumber daya manusia. Perusahaan diharapkan menyediakan fasilitas pelatihan kerja yang terintegrasi langsung dengan kebutuhan industri masing-masing.
Dalam skema tersebut, perusahaan akan menyediakan sarana pelatihan, termasuk alat dan bahan baku bagi peserta. Sementara itu, pemerintah daerah akan memberikan dukungan berupa anggaran transportasi bagi masyarakat yang mengikuti pelatihan.
Menurut Ony, langkah ini dinilai lebih efektif dibandingkan jika pemerintah daerah harus membangun dan mengelola BLK secara mandiri. Dengan keterlibatan langsung industri, pelatihan yang diberikan juga lebih sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.
Meski demikian, Pemkab Ngawi tetap berencana menyediakan BLK tambahan, khususnya untuk pelatihan pendukung seperti bahasa asing dan teknik informatika, termasuk penyediaan perangkat lunak sebagai sarana pembelajaran.
Kebijakan ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas tenaga kerja lokal serta membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat Ngawi.










