Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo menemukan sebanyak 64 kasus suspek Campak sepanjang awal tahun 2026. Puluhan kasus tersebut saat ini masih dalam proses pemeriksaan laboratorium guna memastikan statusnya, apakah positif campak atau tidak.

Kasus campak menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Sepanjang tahun 2025, Dinas Kesehatan mencatat 99 kasus suspek campak. Dari jumlah tersebut, dua kasus terkonfirmasi positif campak dan tiga kasus lainnya positif Rubella. Seluruh pasien dilaporkan telah sembuh setelah mendapatkan penanganan medis.

Memasuki tahun 2026, jumlah temuan suspek justru mengalami peningkatan. Terhitung sejak Januari hingga Maret, sebanyak 64 kasus terdeteksi dan seluruhnya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Ponorogo, Anik Setiyarini, menjelaskan bahwa penularan campak tergolong sangat cepat. Virus ini memiliki masa inkubasi antara 7 hingga 18 hari dan dapat menyebar melalui droplet saat penderita batuk atau bersin, bahkan sebelum gejala muncul.

Dinas Kesehatan Ponorogo juga telah melakukan sosialisasi melalui seluruh puskesmas. Masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala, guna mencegah penularan yang lebih luas.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *