Meski luas lahan pertanian di Kabupaten Ngawi terus berkurang setiap tahunnya, produksi padi pada awal tahun 2026 justru mengalami peningkatan sekitar 6 ribu ton.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi mencatat produksi padi pada triwulan pertama tahun ini meningkat sekitar 6.867 ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala DKPP Ngawi, Supardi, menjelaskan bahwa peningkatan produksi terjadi meskipun luas lahan baku sawah mengalami penyusutan dari sekitar 50 ribu hektare pada 2025 menjadi 49.442 hektare di tahun ini.
Menurutnya, penyusutan lahan tersebut disebabkan oleh alih fungsi lahan dan faktor lainnya. Namun demikian, peningkatan produktivitas mampu menutup penurunan luas lahan.
Hal ini didorong oleh penerapan program Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB) yang berhasil meningkatkan hasil panen dari rata-rata 5,99 ton menjadi sekitar 6,5 ton per hektare.
Supardi juga mengimbau para petani untuk terus menggalakkan program PRLB dengan mengurangi penggunaan bahan kimia dalam pertanian, sehingga produktivitas tanaman dapat terus meningkat.










