Upaya penanganan banjir di Kabupaten Magetan mulai dilakukan secara bertahap, diawali dengan normalisasi aliran sungai di sejumlah titik rawan.

Langkah ini dilakukan dengan pengerukan sedimen sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer sebagai upaya mengurangi risiko banjir susulan.

Normalisasi difokuskan di kawasan sekitar kantor BPS dan Samsat Magetan yang selama ini menjadi titik rawan genangan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Magetan, Welly Kristanto, menyebut proses normalisasi ditargetkan rampung dalam waktu dua minggu pascabanjir.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Magetan, Muhtar Wahid, menjelaskan pihaknya telah merumuskan tiga langkah utama penanganan banjir.

Ketiga langkah tersebut meliputi pemetaan penyebab banjir, penentuan skala prioritas penanganan jangka pendek, menengah, dan panjang, serta penyiapan anggaran untuk mendukung penanganan berkelanjutan.

Selain itu, Pemkab Magetan juga menyiapkan strategi lanjutan berupa penyodetan di kawasan Srogo–Sadon guna mengurangi beban aliran air di wilayah Kebaran yang kerap meluap.

Untuk jangka menengah, normalisasi akan dilanjutkan hingga wilayah Ndoyo–Tawang guna meningkatkan kapasitas aliran dan menekan risiko genangan di kawasan perkotaan.

Pemerintah berharap langkah ini mampu mewujudkan penanganan banjir yang lebih terpadu dan berkelanjutan.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *