MAGETAN -Kondisi infrastruktur pendidikan di Kabupaten Magetan kembali menjadi sorotan menyusul robohnya bangunan gudang di SD Negeri 2 Bendo. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menegaskan pentingnya percepatan perbaikan sarana pendidikan demi menjamin keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
Peristiwa ambruknya gudang terjadi pada Minggu, 12 April 2026, di SD Negeri 2 Bendo, Kecamatan Bendo. Bangunan yang telah berusia tua tersebut roboh setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Beruntung, saat kejadian tidak ada aktivitas siswa maupun guru di lokasi.
Insiden ini menjadi gambaran nyata kondisi infrastruktur sekolah di Magetan yang masih membutuhkan perhatian serius. Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga mencatat terdapat 171 sekolah mengalami kerusakan, baik di tingkat sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama.
Dari jumlah tersebut, kerusakan terbagi dalam tiga kategori, yakni ringan, sedang, dan berat. Kondisi ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah karena penanganannya harus dilakukan secara bertahap berdasarkan skala prioritas.
Robohnya gudang di SD Negeri 2 Bendo dipicu oleh faktor cuaca ekstrem serta kondisi bangunan yang sudah tidak layak. Meski bukan ruang kelas, aspek keamanan lingkungan sekolah tetap menjadi prioritas utama.
Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga menerapkan skala prioritas dengan mendahulukan sekolah yang mengalami kerusakan sedang dan berat. Sementara itu, kerusakan ringan ditangani melalui pemeliharaan oleh masing-masing sekolah.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dikpora Magetan, Irawan, menjelaskan bahwa upaya perbaikan telah dilakukan pada tahun 2025 dengan dukungan anggaran pemerintah pusat untuk 14 sekolah dasar dan 2 sekolah menengah pertama. Namun, jumlah tersebut dinilai belum mencukupi.
Pada tahun 2026, pemerintah daerah kembali mengusulkan perbaikan untuk sekitar 25 sekolah dasar dan 15 sekolah menengah pertama. Saat ini, proses tersebut masih menunggu tahapan administrasi dan persetujuan dari pemerintah pusat.
Selain itu, pihak sekolah juga diminta aktif memperbarui data kondisi sarana dan prasarana melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Langkah ini dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.
Dengan masih banyaknya sekolah yang mengalami kerusakan, percepatan perbaikan infrastruktur menjadi kebutuhan mendesak guna menjamin keselamatan, kenyamanan, serta kelancaran proses belajar mengajar di Magetan.










