PONOROGO –Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Ponorogo sejak dini hari memicu terjadinya longsor di sembilan titik di sepanjang jalur nasional Ponorogo–Pacitan, Rabu (15/4/2026). Material lumpur dan kayu yang terbawa longsor menutup sebagian badan jalan, sehingga petugas memberlakukan sistem buka tutup arus lalu lintas.
Salah satu titik longsor terparah berada di Dukuh Dukul, Desa Wates, Kecamatan Slahung. Di lokasi ini, material berupa lumpur dan kayu lapuk menutupi sebagian badan jalan dan menyebabkan kondisi menjadi licin, sehingga pengendara diminta lebih berhati-hati saat melintas.
Longsor tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dalam durasi cukup lama. Tebing dengan ketinggian sekitar 35 meter dan lebar mahkota 5 meter dilaporkan mengalami longsor.
Petugas gabungan dari kepolisian, BPBD, dan pemadam kebakaran langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal dengan membersihkan material longsor. Sementara itu, arus lalu lintas di jalur tersebut diberlakukan sistem buka tutup agar kendaraan tetap dapat melintas secara bergantian.
Ke depan, petugas berencana mendatangkan alat berat guna mempercepat proses pembersihan material longsor. Selain itu, penyemprotan badan jalan juga akan dilakukan untuk mengurangi risiko licin serta menjaga keselamatan pengguna jalan.
Kapolsek Slahung, AKP Pitoyo, menyampaikan bahwa berdasarkan data petugas, terdapat total sembilan titik longsor di sepanjang jalur nasional tersebut yang didominasi di wilayah Desa Wates.
Hingga saat ini, petugas masih menunggu kedatangan alat berat agar proses pembersihan dapat berjalan lebih cepat dan akses jalan kembali normal.










