KOTA MADIUN – Pisang goreng madu kini semakin digemari masyarakat Kota Madiun. Perpaduan rasa manis alami dari madu dengan tekstur pisang yang lembut menjadikan camilan sederhana ini memiliki cita rasa khas, sekaligus dinilai sebagai peluang usaha kuliner yang menjanjikan dan dapat tumbuh dari dapur rumahan.
Di tengah maraknya kuliner modern, pisang goreng madu tetap mampu bersaing berkat kreativitas dalam pengolahan. Nilai tambah dari penggunaan madu asli membuat camilan ini memiliki rasa lebih legit dan berbeda dibanding pisang goreng pada umumnya.
Salah satu usaha pisang goreng madu di Kota Madiun dijalankan oleh pasangan suami istri, Zia Zaidah bersama suaminya, yang berlokasi di Perum Griya Salak. Setiap harinya, mereka mengolah puluhan sisir pisang raja pilihan sebagai bahan utama. Penggunaan madu asli menjadi ciri khas yang memberikan rasa manis alami sekaligus aroma karamel saat proses penggorengan.
Proses pembuatan pisang goreng madu ini tergolong mudah dan tidak memerlukan peralatan yang kompleks. Pisang yang telah dipotong dilumuri adonan khusus berbahan campuran tepung dan madu murni, kemudian dicetak menggunakan wajan cetakan dan digoreng hingga berwarna cokelat keemasan sebelum disajikan kepada pembeli.
Pemilik usaha pisang goreng madu, Zia Zaidah, mengatakan aroma karamel dari madu yang bercampur dengan minyak panas saat penggorengan menjadi daya tarik utama bagi konsumen. Selain cita rasa yang khas, harga jual yang terjangkau serta bahan baku yang mudah didapat menjadikan usaha ini cocok dijalankan dari rumah dengan potensi omzet yang menjanjikan.
Dari sisi harga, satu boks pisang goreng madu berisi lima potong dibanderol seharga Rp25.000. Tak heran jika camilan ini menjadi favorit masyarakat dan kerap diburu sebagai kudapan keluarga.
Pisang goreng madu pun menjadi bukti bahwa kuliner tradisional tetap dapat bertahan dan berkembang dengan sentuhan kreativitas. Ke depan, camilan ini bahkan berpeluang menjadi salah satu oleh-oleh khas Kota Madiun yang diminati wisatawan.

