Awal Tahun Menguat, Panen Padi Magetan Meningkat
Hasil panen padi di Kabupaten Magetan pada awal tahun 2026 menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pemerintah daerah menyebut kenaikan ini menjadi bagian dari upaya menjaga produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Magetan menjelaskan, peningkatan produksi terlihat sejak awal tahun. Rata-rata produksi padi disebut mencapai sekitar 66 ton per hektare, yang menunjukkan produktivitas lahan masih terjaga.
Salah satu faktor pendorong peningkatan adalah penggunaan varietas padi genjah yang memiliki masa tanam lebih singkat, sekitar 124 hari hingga panen, serta dinilai lebih tahan terhadap serangan hama. Selain itu, peningkatan juga didukung bertambahnya luas tanam melalui program tambah tanam padi.
Untuk sebaran produksi, wilayah Magetan bagian timur masih menjadi penyumbang terbesar, seperti Kecamatan Kartoharjo, Barat, dan Takeran. Sementara wilayah dataran atas seperti Poncol, Plaosan, dan Panekan turut mendukung sektor pertanian, meski lebih banyak berfokus pada komoditas sayuran.
Pemerintah daerah berharap tren positif ini dapat terus dipertahankan melalui peningkatan teknologi budidaya dan optimalisasi lahan pertanian. Dengan hasil panen yang meningkat, sektor pertanian diharapkan terus berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung kesejahteraan petani.






