Pemkab Siapkan Langkah Penyerapan Telur di Tengah Anjloknya Harga
MAGETAN – Anjloknya harga telur ayam ras di tingkat peternak Kabupaten Magetan membuat para peternak tertekan. Harga telur saat ini hanya berada di angka Rp22.800 per kilogram, jauh di bawah standar harga pemerintah sebesar Rp26.500 per kilogram.
Kondisi tersebut memicu aksi protes ratusan peternak yang membagikan tiga ton telur gratis di Alun-Alun Magetan. Aksi dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap rendahnya serapan pasar yang dinilai belum mampu menstabilkan harga telur di tingkat peternak.
Selain harga jual yang rendah, para peternak juga dibebani tingginya harga pakan. Di sisi lain, penyerapan pasar disebut baru mencapai sekitar 60 persen sehingga stok telur menumpuk di kandang.
Program Makan Bergizi Gratis atau MBG yang diharapkan mampu membantu penyerapan produksi telur, disebut baru menyerap sekitar 150 kilogram telur per minggu untuk setiap dapur. Kondisi tersebut diperparah dengan surplus produksi telur secara nasional yang ikut menekan harga pasar.
Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan mencatat daerah tersebut mengalami surplus telur hingga 81 ton. Namun, hanya sekitar 40 persen yang terserap untuk kebutuhan lokal.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan, Nur Haryani, mengatakan pemerintah daerah saat ini tengah menyiapkan sejumlah langkah darurat untuk membantu peternak.
Pemkab Magetan berencana mengoptimalkan bantuan sosial sekaligus menginisiasi gerakan ASN membeli telur guna membantu meningkatkan serapan pasar. Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan subsidi jagung kepada pemerintah pusat untuk menekan biaya produksi peternak.
Pemerintah berharap langkah-langkah tersebut dapat membantu menstabilkan harga telur sekaligus menjaga keberlangsungan usaha peternakan rakyat di Kabupaten Magetan.






