Misteri Hilangnya Maesan Ki Mageti, Akses Makam Akan Dikunci
MAGETAN – Hilangnya batu nisan atau maesan di makam Ki Mageti masih menyisakan tanda tanya. Pemerintah Kabupaten Magetan pun turun tangan menyikapi peristiwa tersebut dengan menyiapkan langkah pengamanan yang lebih ketat di kawasan makam yang menjadi salah satu situs sejarah penting di Kabupaten Magetan.
Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, meninjau langsung lokasi makam Ki Mageti dan menyayangkan hilangnya maesan yang berada di sisi selatan makam. Menurutnya, makam Ki Mageti merupakan situs bersejarah yang memiliki nilai penting bagi masyarakat Magetan karena berkaitan dengan asal-usul berdirinya daerah tersebut.
Berdasarkan keterangan juru kunci makam, hilangnya maesan diperkirakan terjadi pada Jumat, 12 Juni 2026. Sehari sebelumnya, saat dilakukan pembersihan rutin, kondisi makam masih utuh dan batu penanda makam tersebut masih berada di tempatnya. Setelah diketahui hilang, peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada pihak terkait untuk ditindaklanjuti.
Menyikapi kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Magetan berencana memperketat pengamanan di kawasan makam. Jika selama ini akses masuk ke makam terbuka untuk umum dan jarang dikunci, ke depan pintu masuk akan dikunci secara berkala guna memudahkan pengawasan.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan memasang papan pengumuman di area makam. Masyarakat maupun peziarah yang ingin berkunjung nantinya diminta berkoordinasi terlebih dahulu dengan juru kunci makam sebelum memasuki kawasan tersebut.
Tidak hanya fokus pada aspek keamanan, Pemkab Magetan juga berencana melakukan perbaikan terhadap bagian makam yang mengalami kerusakan serta mengembalikan bentuknya agar tetap terjaga sebagai bagian dari warisan sejarah daerah.
Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, mengatakan hilangnya maesan makam Ki Mageti menjadi perhatian serius karena Ki Mageti dikenal sebagai tokoh yang namanya dikaitkan dengan asal-usul Kabupaten Magetan. Dalam berbagai catatan sejarah, Ki Ageng Mageti disebut memiliki peran penting dalam cikal bakal terbentuknya wilayah Magetan dan namanya menjadi asal penyebutan kabupaten tersebut.
Karena itu, Bupati mengimbau masyarakat untuk turut menjaga dan melindungi berbagai situs maupun jejak sejarah yang masih tersisa di Magetan agar nilai-nilai sejarah serta warisan para pendahulu tetap dapat dikenal oleh generasi mendatang.
Pemerintah Kabupaten Magetan berharap peristiwa hilangnya maesan makam Ki Mageti dapat menjadi pelajaran bersama mengenai pentingnya menjaga cagar budaya dan situs bersejarah. Pemkab juga akan berkoordinasi dengan berbagai pihak guna meningkatkan pengamanan di lokasi-lokasi bersejarah lainnya di wilayah Magetan.






