Dampak Pelemahan Nilai Tukar Rupiah, Harga Oli dan Onderdil Kendaraan Naik

NGAWI – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai dirasakan sektor otomotif. Harga oli dan berbagai onderdil sepeda motor mengalami kenaikan signifikan sejak Mei 2026. Kenaikan yang mencapai 20 hingga 30 persen tersebut dikeluhkan pemilik bengkel maupun konsumen karena menambah biaya perawatan kendaraan.

Salah satu bengkel sepeda motor di Kabupaten Ngawi mencatat kenaikan harga pada sejumlah produk oli dan suku cadang. Kondisi ini berdampak langsung pada perilaku konsumen yang mulai mengurangi perawatan kendaraan yang dianggap tidak mendesak.

Menurut Sabna Novitasari, bagian administrasi bengkel, pelanggan kini lebih memilih melakukan servis dasar seperti penggantian oli secara rutin dibandingkan mengganti komponen lain yang masih dinilai layak digunakan. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan pengeluaran di tengah kenaikan harga suku cadang.

Kenaikan harga terjadi hampir di seluruh kategori oli. Untuk oli kualitas standar, harga yang sebelumnya sekitar Rp30 ribu per botol kini naik menjadi Rp38 ribu. Oli kualitas menengah meningkat dari Rp52 ribu menjadi Rp75 ribu per botol, sedangkan oli kualitas premium naik dari Rp95 ribu menjadi Rp110 ribu per botol.

Tidak hanya oli, sejumlah komponen kendaraan seperti busi, aki, dan ban juga mengalami kenaikan harga. Kondisi tersebut membuat biaya perawatan kendaraan menjadi lebih tinggi dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.

Dampak kenaikan harga juga dirasakan konsumen. Mustofa, seorang penjual roti keliling yang setiap hari mengandalkan sepeda motor untuk bekerja, mengaku keberatan dengan meningkatnya biaya perawatan kendaraan. Terlebih, motor yang digunakannya sudah berusia cukup tua sehingga membutuhkan perawatan lebih sering.

Kenaikan harga oli dan onderdil dinilai menambah beban operasional masyarakat yang bergantung pada kendaraan bermotor untuk menunjang aktivitas ekonomi sehari-hari.

Masyarakat berharap nilai tukar rupiah dapat kembali menguat sehingga harga oli dan berbagai suku cadang kendaraan menjadi lebih terjangkau. Selain itu, pemerintah juga diharapkan dapat menjaga stabilitas harga kebutuhan otomotif agar tidak semakin membebani konsumen.

Share
Tutup