Grand Final Fashion Show Batik Madiun Jadi Ajang Promosi Batik Lokal dan Ekonomi Kreatif
Kabupaten Madiun – Grand Final Fashion Show Batik Kabupaten Madiun menjadi salah satu agenda yang menyedot perhatian masyarakat dalam rangkaian Sepasar Ing Madiun (Sepasma) 2026 di Alun-Alun Reksogati Caruban, Kamis (16/7) malam. Kegiatan ini menjadi ajang promosi sekaligus upaya pelestarian batik khas Kabupaten Madiun.
Puluhan model menampilkan beragam koleksi busana berbahan batik khas Kabupaten Madiun dengan balutan desain modern dan elegan. Berbagai motif batik unggulan daerah diperkenalkan kepada masyarakat sebagai bagian dari pengembangan industri kreatif berbasis budaya lokal.
Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, ajang tersebut juga menjadi panggung promosi bagi para perajin batik, desainer, serta pelaku usaha ekonomi kreatif di Kabupaten Madiun.

Menariknya, peragaan busana turut diikuti Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama istri, Sekretaris Daerah, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), hingga para camat. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian sekaligus pengembangan batik khas Madiun.
Bupati Hari Wuryanto mengatakan, batik merupakan salah satu identitas budaya yang harus terus dilestarikan sekaligus dikembangkan agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Batik Kabupaten Madiun merupakan warisan budaya yang harus terus kita lestarikan. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memperkenalkan batik Madiun kepada masyarakat luas sekaligus mendorong para perajin agar semakin berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraannya,” ujar Hari Wuryanto.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Madiun, Puji Rahmawati, menjelaskan bahwa penyelenggaraan fashion show bertujuan memperkenalkan batik Kabupaten Madiun kepada masyarakat dengan pendekatan yang lebih modern.
“Melalui fashion show ini kami ingin menunjukkan bahwa batik Kabupaten Madiun tidak hanya cocok digunakan dalam acara formal, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi busana kerja, busana kasual, hingga berbagai produk fesyen yang mengikuti perkembangan zaman,” jelas Puji Rahmawati.

Selain Grand Final Fashion Show Batik, rangkaian Sepasma 2026 juga diisi dengan pemilihan Putra Putri Batik Modern Nusantara yang diikuti peserta dari berbagai daerah.
Pemerintah Kabupaten Madiun berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat citra batik sebagai identitas budaya daerah sekaligus meningkatkan daya saing produk batik lokal sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi para perajin dan pelaku ekonomi kreatif.






