Kabupaten Madiun – Belasan siswa MTsN 13 Madiun merayakan Hari Kartini dengan cara unik. Mereka menggelar aksi simpatik dengan bersepeda menuju Pasar Dusun Kepel, Desa Banjarsari, sambil membagikan bunga, wajik, dan jamu tradisional kepada warga.

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata dalam meneladani semangat perjuangan R.A. Kartini sekaligus mengedukasi para pelajar tentang pentingnya peran perempuan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

Sejak pagi, para siswa tampak antusias mengayuh sepeda bersama. Sepanjang perjalanan, mereka menyapa warga dengan ramah sembari membagikan bingkisan sederhana sebagai simbol kepedulian sosial.

Selain di pasar, rombongan pelajar juga mengunjungi puskesmas setempat untuk memberikan bingkisan kepada tenaga kesehatan perempuan. Bunga yang dibagikan melambangkan kasih sayang, sementara jamu dan wajik menjadi simbol peran perempuan dalam menjaga kesehatan serta keharmonisan keluarga.

Salah satu warga, Siti Tasrifah, mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Saya sangat senang dan terharu. Anak-anak sekarang masih mau mengenang perjuangan Kartini dengan cara yang positif seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu siswi, Rifka Khoirunisa Ulfa, mengaku bangga bisa terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini membuat kami lebih percaya diri dan memahami makna Hari Kartini, bukan hanya sekadar peringatan,” katanya.

Guru pendamping, Enny Mustaghfiroh, menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai emansipasi kepada siswa melalui aksi nyata di lapangan.

“Kami ingin siswa tidak hanya memahami sejarah, tetapi juga mampu menerapkan semangat Kartini dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar dapat tumbuh menjadi generasi yang kreatif, mandiri, dan berani berkarya, serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan Kartini di tengah masyarakat.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *