Kabupaten Madiun – Menunggu selama 13 tahun sejak didaftarkan pada usia lima tahun, Nadien Syarifah Salsabila (18) resmi menjadi jemaah haji termuda asal Kabupaten Madiun yang siap berangkat ke Tanah Suci pada April 2026. Keberangkatan ini menjadi bukti pentingnya perencanaan haji sejak dini agar ibadah dapat dijalankan saat kondisi fisik masih prima.
Semangat menunaikan ibadah haji memang tidak mengenal batas usia. Pada tahun 2026 ini, Nadien menjadi sorotan setelah ditetapkan sebagai jemaah calon haji termuda dari daerahnya. Remaja asal Desa Nglambangan, Kecamatan Wungu ini telah mempersiapkan perjalanan spiritualnya sejak masih balita.
Ia mengungkapkan, kedua orang tuanya telah mendaftarkannya untuk berhaji sejak usia lima tahun. Setelah menanti selama kurang lebih 13 tahun, kesempatan tersebut akhirnya tiba di tahun ini.
Sesuai jadwal, Nadien akan bertolak dari Surabaya menuju Makkah pada 27 April 2026. Ia tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 24 bersama ratusan jemaah calon haji lainnya.
Menariknya, keberangkatan Nadien tahun ini merupakan hasil dari proses penggabungan mahram dengan sang ibu. Berdasarkan jadwal awal, ibunya seharusnya berangkat pada 2024, sementara Nadien dijadwalkan berangkat pada 2028. Namun melalui mekanisme penggabungan mahram, keduanya akhirnya dapat berangkat bersama pada tahun 2026.
Dalam persiapannya, Nadien rutin menjaga kondisi fisik dengan berolahraga setiap pagi. Ia menyadari bahwa ibadah haji memerlukan stamina yang kuat, sehingga kesiapan fisik menjadi hal penting selain kesiapan mental dan spiritual.
Kisah Nadien ini menjadi inspirasi bagi generasi muda bahwa niat yang dipersiapkan sejak dini dapat membuahkan hasil. Kini, ia bersama ibundanya tinggal menghitung hari untuk menapakkan kaki di Tanah Suci, termasuk di Madinah.










