Warga Keluhkan Absennya Minyakita dalam Gerakan Pangan Murah

NGAWI – Sejumlah warga di Kabupaten Ngawi mengeluhkan tidak tersedianya minyak goreng subsidi Minyakita dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar di Kantor Kelurahan Margomulyo, Kamis pagi. Minimnya stok minyak goreng subsidi di tengah kenaikan harga bahan pokok menjelang Iduladha membuat intervensi pasar tersebut dinilai kurang optimal bagi masyarakat.
Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur itu bertujuan menekan lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Iduladha. Namun, warga yang datang mengaku kecewa karena Minyakita yang menjadi komoditas paling dicari justru tidak tersedia di lokasi kegiatan.
Salah satu warga, Anik Prasetyowati, mengatakan selisih harga bahan pangan yang dijual dengan harga pasar hanya berkisar Rp1 ribu hingga Rp2 ribu. Selain itu, minyak goreng yang tersedia hanya kemasan 800 mililiter dengan harga Rp15 ribu, bukan kemasan satu liter seperti yang diharapkan masyarakat.
Sementara itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyebut distribusi Minyakita menjadi kewenangan Bulog. Pihak dinas juga mengakui Minyakita menjadi komoditas yang paling banyak dicari masyarakat saat harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan.
Menjelang Hari Raya Iduladha, harga sejumlah bahan pangan di pasar tradisional Ngawi terus mengalami kenaikan. Di sisi lain, stok Minyakita juga mulai langka di pasaran. Pemerintah berharap Gerakan Pangan Murah dapat membantu menjaga stabilitas harga dan memenuhi kebutuhan masyarakat.






