Musim Kemarau Tahun Ini, Luas Tanam Tembakau Ditargetkan Mencapai 2 Ribu Hektar
NGAWI – Tanaman tembakau menjadi komoditas andalan bagi petani di Kabupaten Ngawi saat musim kemarau. Tahun ini, pemerintah daerah menargetkan luas tanam tembakau mencapai 2 ribu hektar, seiring prediksi kemarau panjang yang dinilai mendukung produktivitas.
Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menargetkan peningkatan luas tanam tembakau dari sebelumnya sekitar 1.400 hektar pada tahun 2025 menjadi 2.000 hektar pada tahun 2026.
Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura DKPP Ngawi, Dwi Rahayu Puspitaningrum, menjelaskan peningkatan tersebut didukung oleh kondisi cuaca yang diperkirakan mengalami kemarau panjang, termasuk adanya fenomena El Nino yang berdampak pada musim kering lebih optimal bagi tanaman tembakau.
“Dengan kondisi kemarau yang cukup panjang, potensi petani untuk menanam tembakau meningkat. Apalagi nilai ekonominya cukup tinggi,” ujar Dwi Rahayu.
Pada tahun 2025 lalu, harga tembakau di tingkat petani berkisar antara Rp30 ribu hingga Rp56 ribu per kilogram. Sementara produktivitas per hektar diperkirakan meningkat dari sekitar 1,27 ton menjadi 1,4 ton per hektar.
Saat ini, sejumlah petani di wilayah perbukitan seperti Kecamatan Ngrambe dan Kendal telah mulai memasuki masa tanam. Sedangkan petani di dataran rendah masih menunggu panen padi musim tanam kedua sebelum beralih menanam tembakau, sembari melakukan persiapan lahan.
Dwi Rahayu menambahkan, melalui asosiasi petani tembakau, sebagian hasil panen petani Ngawi juga telah menjalin kerja sama dengan industri yang siap menampung produksi tembakau lokal.
Pemerintah daerah berharap peningkatan luas tanam ini dapat mendorong kesejahteraan petani sekaligus memperkuat sektor pertanian di Kabupaten Ngawi.






