Harga Tepung dan Minyak Goreng Naik, Pedagang Gorengan di Magetan Kian Terjepit
MAGETAN – Kenaikan harga sejumlah bahan pokok mulai dirasakan pelaku usaha mikro di Kabupaten Magetan. Pedagang gorengan hingga fried chicken kaki lima kini harus mengeluarkan biaya produksi lebih besar akibat naiknya harga tepung dan minyak goreng. Kondisi tersebut memaksa mereka melakukan berbagai penyesuaian agar usaha tetap bertahan.
Kenaikan paling signifikan terjadi pada harga tepung dan minyak goreng. Harga tepung yang sebelumnya berkisar Rp178 ribu per sak kini naik menjadi sekitar Rp183 ribu. Sementara itu, harga minyak goreng meningkat dari sekitar Rp235 ribu per kardus menjadi Rp255 ribu hingga Rp265 ribu per kardus.
Bagi pedagang kecil, kenaikan harga bahan baku tersebut menjadi beban tersendiri. Dalam sehari, mereka dapat menghabiskan hingga 20 kilogram tepung dan sekitar 10 liter minyak goreng untuk memenuhi permintaan pelanggan.
Meningkatnya biaya produksi membuat pedagang terpaksa menaikkan harga jual secara bertahap sekaligus mengurangi sedikit ukuran produk. Namun, langkah tersebut dilakukan dengan hati-hati agar tidak berdampak pada penurunan jumlah pembeli.
Andre, salah seorang pedagang fried chicken di Magetan, mengaku keuntungan usahanya semakin menipis karena kenaikan harga bahan baku tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada konsumen.
“Harga tepung dan minyak goreng terus naik, sementara kami tidak bisa langsung menaikkan harga terlalu tinggi. Kalau harga naik drastis, kami khawatir pelanggan akan berkurang. Akhirnya keuntungan yang kami dapat semakin tipis,” ujar Andre.
Menurut Andre, kondisi tersebut menjadi tantangan berat bagi pelaku usaha kecil yang setiap hari bergantung pada tepung dan minyak goreng sebagai bahan baku utama. Ia berharap harga kebutuhan pokok segera kembali stabil agar biaya produksi tidak terus meningkat.
Para pedagang berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga bahan pokok sehingga usaha mikro tetap mampu bertahan. Selain membantu keberlangsungan usaha, stabilnya harga bahan baku juga dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah meningkatnya biaya hidup.






