Musim Kemarau, Warga Manfaatkan Lahan Tepi Waduk untuk Pertanian

Ngawi – Sejumlah warga memanfaatkan lahan di sekitar tepian Waduk Pondok, Ngawi, sebagai lahan pertanian saat volume air waduk menyusut pada musim kemarau.

Aktivitas tersebut terlihat di wilayah Desa Dampit dan Kenongorejo, Kecamatan Bringin. Warga menanam berbagai komoditas, mulai dari padi, jagung, tembakau, hingga kacang tanah.

Salah satu petani tepi waduk, Suwarno, mengatakan pemanfaatan lahan tersebut telah dilakukan secara turun-temurun. Warga memanfaatkan lahan yang muncul di tepian waduk ketika permukaan air mulai surut untuk ditanami padi maupun jagung.

Menurut Suwarno, aktivitas pertanian di tepian waduk biasanya dilakukan mulai Juli hingga Oktober, saat puncak musim kemarau. Namun, para petani juga menghadapi risiko gagal panen ketika musim hujan datang lebih awal dan volume air waduk kembali meningkat.

Kondisi tersebut dapat membuat lahan pertanian kembali terendam sehingga tanaman yang belum dipanen mengalami kerusakan dan petani berpotensi mengalami kerugian.

Selain itu, wilayah sekitar waduk yang didominasi perbukitan dan bebatuan membuat lahan pertanian warga cukup terbatas. Karena itu, munculnya lahan di tepian waduk saat kemarau menjadi kesempatan bagi warga untuk mendapatkan tambahan penghasilan.

Sedikitnya terdapat empat desa di Kecamatan Bringin yang memanfaatkan tepian Waduk Pondok sebagai lahan pertanian, yakni Desa Dampit, Surung, Kenongorejo, dan Gandong.

Pada kondisi normal, mayoritas warga di sekitar kawasan tersebut mengandalkan lahan pertanian di kawasan hutan Perhutani, terutama untuk menanam jagung. Bagi warga sekitar Waduk Pondok, menyusutnya volume air saat musim kemarau pun menjadi berkah tersendiri karena membuka lahan baru yang bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam.

Share
Tutup