Rawan Hama di Musim Pancaroba, Petani Melon Maksimalkan Perawatan
KABUPATEN MADIUN – Petani melon di Kabupaten Madiun harus bekerja lebih ekstra dalam merawat tanaman saat musim pancaroba. Cuaca yang tidak menentu membuat petani meningkatkan intensitas perawatan agar hasil panen tetap maksimal meski rawan serangan hama.
Musim pancaroba yang identik dengan perubahan cuaca ekstrem menjadi tantangan tersendiri bagi petani melon. Kondisi tersebut kerap memicu munculnya hama dan organisme pengganggu tanaman yang dapat menurunkan produktivitas.
Salah satu petani melon, Nariyo, warga Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, meningkatkan intensitas perawatan tanaman miliknya. Upaya tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak buruk perubahan cuaca yang tidak menentu.
“Kalau musim seperti ini perawatan harus lebih sering, terutama penyemprotan. Kalau tidak, tanaman mudah terserang hama,” ujar Nariyo.
Sejumlah hama yang kerap menyerang tanaman melon di antaranya thrips, layu fusarium, bercak daun atau trotol, serta tungau penghisap cairan. Untuk mengatasinya, petani harus rutin melakukan penyemprotan dan tepat dalam memilih pestisida.
Selain itu, ketepatan waktu dalam pemberian pupuk dan pengairan lahan juga menjadi faktor penting agar tanaman tetap tumbuh optimal di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Meski menghadapi tantangan tersebut, hasil panen melon saat ini masih tergolong cukup baik. Namun, sebagian buah masih ditemukan gagal tumbuh atau rusak akibat serangan hama dan pengaruh cuaca.
Dari lebih dari 4 ribu bibit yang ditanam, petani diperkirakan mampu menghasilkan hingga 10 ton buah melon. Hasil panen tersebut rencananya akan dipasarkan ke Jakarta dengan harga jual sekitar Rp12 ribu per kilogram.





