Kasus PMK Di Magetan Mulai Terkendali, Stok Hewan Kurban Dinyatakan Aman
MAGETAN – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan memastikan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayahnya mulai terkendali. Meski populasi ternak mengalami penurunan dibanding tahun lalu, ketersediaan hewan kurban tahun ini dinilai masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan terus meningkatkan pengawasan kesehatan ternak guna memastikan hewan kurban tetap sehat dan bebas PMK. Hasil pemeriksaan di sejumlah pasar hewan menunjukkan kondisi ternak mulai membaik dibandingkan beberapa waktu sebelumnya.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan, Nur Haryani, menyebut penanganan dan pengendalian PMK menunjukkan hasil positif, meskipun dampaknya masih terlihat pada penurunan populasi ternak.
“Kasus PMK saat ini sudah mulai terkendali. Kami terus melakukan vaksinasi dan pengawasan agar penyebarannya tidak kembali meningkat,” ujar Nur Haryani.
Dinas mencatat, terjadi penurunan populasi ternak sekitar 20 persen dibanding tahun sebelumnya. Untuk menekan penyebaran PMK, berbagai langkah dilakukan, mulai dari vaksinasi, pemeriksaan rutin di pasar hewan, hingga pengecekan langsung ke peternakan milik warga.
Petugas juga diminta aktif memantau kondisi ternak yang diperjualbelikan, terutama menjelang meningkatnya transaksi hewan kurban.
Sementara itu, untuk ketersediaan hewan kurban tahun 2026, pemerintah memastikan stok dalam kondisi aman. Populasi sapi di Magetan saat ini mencapai lebih dari 10 ribu ekor, kambing sekitar 14 ribu ekor, dan domba sekitar 10 ribu ekor.
Jika dibandingkan dengan kebutuhan tahun lalu, yakni sekitar 3 ribu ekor sapi, 14 ribu ekor kambing, dan 3 ribu ekor domba, jumlah tersebut dinilai masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat saat Idul Adha.
Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan juga mengimbau masyarakat untuk membeli hewan kurban di lokasi yang telah diperiksa petugas, guna memastikan kondisi hewan sehat dan layak untuk dikurbankan.






