Ratusan Siswa SD Dan SMP Putus Sekolah Di Ngawi

NGAWI – Angka putus sekolah tingkat SD dan SMP di Kabupaten Ngawi masih tergolong tinggi. Pada tahun ini, tercatat sebanyak 730 siswa tidak melanjutkan pendidikan atau putus sekolah.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Ngawi mencatat, dari total tersebut terdiri atas 200 siswa SD serta 530 siswa SMP, baik dari sekolah negeri maupun swasta. Data ini merujuk pada pendataan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dikbud Ngawi, Zainal Fanani, menjelaskan bahwa jumlah siswa SD di Ngawi mencapai sekitar 44.500 siswa yang tersebar di 502 lembaga pendidikan. Sementara untuk tingkat SMP, terdapat sekitar 22.500 siswa di 82 lembaga.

Menurutnya, faktor utama penyebab putus sekolah pada siswa SD didominasi oleh kondisi keluarga. Sedangkan pada tingkat SMP, selain faktor keluarga, juga dipengaruhi lingkungan pergaulan, dengan rata-rata siswa berhenti sekolah saat duduk di kelas 8.

Pihak dinas saat ini terus melakukan asesmen untuk mengetahui penyebab pasti tingginya angka putus sekolah tersebut. Koordinasi juga dilakukan bersama instansi terkait serta pemerintah desa guna mencari solusi penanganan.

Selain itu, bagi siswa yang ingin kembali melanjutkan pendidikan, pemerintah menyediakan jalur alternatif melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), baik paket A, B, maupun C, agar tetap bisa memperoleh ijazah setara.

Share
Tutup