Secara Turun-Temurun, Warga Tawun Ngawi Hidup Berdampingan dengan Ribuan Bulus

NGAWI — Pemandangan unik terlihat di Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Ribuan bulus atau labi-labi air tawar hidup berdampingan dengan warga dan berkembang biak secara alami di aliran irigasi serta parit permukiman warga.

Keberadaan reptil bercangkang lunak tersebut telah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi bagian dari tradisi masyarakat setempat. Warga meyakini bulus merupakan warisan leluhur yang harus dijaga dan dilestarikan.

Di sejumlah saluran air desa, bulus tampak berenang bebas tanpa terganggu aktivitas warga. Bahkan, masyarakat setempat rutin memberi makan bulus sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Salah seorang warga Desa Tawun, Muryani, mengatakan keberadaan bulus sudah ada sejak lama dan menjadi bagian dari kepercayaan masyarakat.

“Sejak dulu bulus memang sudah ada di sini. Warga percaya hewan ini harus dijaga dan tidak boleh diganggu. Ada juga kepercayaan, kalau ada yang membawa bulus keluar desa bisa mengalami musibah,” ujar Muryani.

Menurut warga, banyaknya populasi bulus menjadi penanda kondisi lingkungan desa yang masih alami dan sumber air tetap terjaga.

Sementara itu, tokoh adat Desa Tawun, Patut, menjelaskan bulus awalnya berasal dari kawasan sumber mata air Tawun yang juga menjadi lokasi tradisi Keduk Beji.

Seiring waktu, populasi bulus terus berkembang hingga menyebar ke aliran irigasi dan parit di sekitar permukiman warga.

“Bulus sudah menjadi bagian dari tradisi leluhur masyarakat Tawun. Karena itu warga berkomitmen menjaga kelestariannya. Banyaknya populasi bulus juga menjadi indikator lingkungan desa yang masih terjaga,” kata Patut.

Warga berharap tradisi menjaga dan melestarikan bulus tetap diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari pelestarian budaya dan lingkungan di Desa Tawun.

Share
Tutup