Jelang Iduladha, Penjualan Kambing Meningkat, Pedagang Sediakan Reparasi Tanduk

KAB. MADIUN – Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, penjualan kambing kurban di Pasar Kambing Basekan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, mengalami peningkatan signifikan. Pedagang menyebut kenaikan penjualan mencapai sekitar 30 persen dibanding hari biasa.

Aktivitas jual beli di pasar tersebut tampak ramai, dengan para pembeli dan penjual saling bernegosiasi untuk mendapatkan harga terbaik. Harga kambing kurban bervariasi, mulai dari Rp1,5 juta hingga Rp5 juta per ekor, tergantung ukuran dan kondisi hewan.

Salah satu pedagang kambing, Awang, mengatakan kambing jenis Jawa masih menjadi pilihan utama masyarakat karena harganya relatif terjangkau dan mudah dipelihara. Untuk kambing ukuran kecil, harga dibanderol sekitar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per ekor. Sementara kambing ukuran sedang yang paling diminati berada di kisaran Rp3 juta, dan kambing berukuran besar bisa mencapai Rp5 juta per ekor.

Menariknya, selain menjual kambing, pedagang juga menyediakan jasa tambahan berupa reparasi tanduk dan kuku kambing. Layanan ini ditujukan bagi pembeli yang ingin memperbaiki tampilan maupun kondisi hewan kurban.

Dalam sekali reparasi, pelanggan dikenakan biaya sekitar Rp20 ribu. Layanan ini cukup diminati, terutama menjelang Iduladha, karena selain membuat kambing terlihat lebih rapi, juga dapat mencegah tanduk melukai tubuh hewan itu sendiri.

Dari jasa tambahan tersebut, pedagang mengaku bisa memperoleh penghasilan hingga Rp100 ribu per hari saat permintaan meningkat.

Dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan hewan kurban, para pedagang berharap tren penjualan akan terus naik hingga mendekati Hari Raya Iduladha.

Share
Tutup