Pendaftaran SPMB Belum Dibuka, Pengambilan PIN Sudah Dipadati Siswa
KABUPATEN MADIUN – Tahapan pengambilan Personal Identification Number (PIN) dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 mulai dipadati calon peserta didik di Kabupaten Madiun. Meski proses pengajuan dapat dilakukan secara daring, banyak siswa memilih datang langsung ke sekolah untuk mendapatkan pendampingan.
Di SMA Negeri 1 Dolopo, jumlah pemohon pengambilan PIN meningkat pada hari kedua pelaksanaan. Para calon murid tampak membawa berbagai dokumen persyaratan untuk diverifikasi oleh petugas sekolah sebelum PIN diterbitkan.
Dokumen yang wajib disiapkan antara lain kartu keluarga, surat keterangan lulus dari sekolah asal, sertifikat hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA), serta rapor semester satu hingga semester lima. Setelah seluruh berkas dinyatakan lengkap dan sesuai, PIN dapat digunakan untuk mengikuti tahapan pendaftaran berikutnya.
Salah seorang calon murid mengaku memilih datang langsung ke sekolah agar proses pengajuan PIN dapat berjalan lebih mudah dan menghindari kesalahan saat mengunggah dokumen persyaratan.
Kepala SMA Negeri 1 Dolopo, Mahfud Efendi, mengatakan masa pengambilan PIN dibuka mulai 28 Mei hingga 9 Juni 2026. Pada pelaksanaan SPMB tahun ini, sekolah menyediakan kuota sebanyak 288 siswa yang terbagi dalam delapan rombongan belajar.
Pihak sekolah optimistis seluruh kuota dapat terpenuhi mengingat tingginya minat pendaftar setiap tahunnya. Selain itu, sekolah juga membuka layanan pendampingan bagi calon peserta didik yang mengalami kendala dalam proses pengajuan PIN secara daring.
Setelah masa pengambilan PIN berakhir, tahapan akan dilanjutkan dengan pendaftaran jalur domisili yang dijadwalkan berlangsung pada 11 hingga 12 Juni 2026. Selanjutnya, pendaftaran akan dibuka untuk jalur afirmasi dan jalur prestasi akademik sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia SPMB Jawa Timur.






