11 Dapur MBG Dihentikan Sementara, Lebih dari 22 Ribu Siswa di Magetan Terdampak

MAGETAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan mengalami gangguan layanan setelah 11 dapur penyedia makanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mendapat sanksi penghentian sementara operasional dari Badan Gizi Nasional sejak 25 Mei 2026.

Penghentian sementara tersebut dilakukan setelah ditemukan sejumlah kekurangan pada sistem pengelolaan limbah, khususnya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), yang dinilai belum memenuhi standar operasional yang telah ditetapkan.

Sebelas dapur MBG yang terdampak tersebar di beberapa wilayah, yakni Lembeyan Pupus, Panekan Milangsari, Takeran Banjarejo, Takeran Kuwonharjo, Karas Sobontoro, Karas Temboro, Panekan Milangsari Dua, Karas Temboro Dua, Magetan Kepolorejo, Kawedanan, dan Sukomoro Tambakmas.

Pemerintah Kabupaten Magetan menjelaskan sebagian besar dapur tersebut sebenarnya telah memiliki fasilitas IPAL. Namun, pengoperasian dan pengawasan teknisnya masih dinilai belum optimal sehingga memerlukan perbaikan dan penyesuaian sesuai standar yang berlaku.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena setiap dapur MBG melayani ribuan porsi makanan setiap hari. Besarnya volume limbah yang dihasilkan menuntut adanya sistem pengelolaan yang baik agar tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan sekitar.

Akibat penghentian sementara tersebut, lebih dari 22 ribu siswa penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Magetan untuk sementara waktu tidak mendapatkan layanan makanan dari program tersebut.

Satgas MBG Kabupaten Magetan, Awang Arifaini Rudin, menyebut pemerintah daerah bersama dinas terkait dan instansi lingkungan hidup saat ini terus melakukan pendampingan kepada pengelola dapur agar sistem pengolahan limbah segera dibenahi dan memenuhi standar baku mutu yang ditetapkan.

Pemerintah berharap proses perbaikan dapat segera diselesaikan sehingga seluruh dapur MBG yang saat ini dihentikan sementara dapat kembali beroperasi dan melayani para pelajar penerima manfaat.

Evaluasi terhadap sistem pengelolaan limbah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis agar manfaat program tetap dirasakan masyarakat tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

Share
Tutup