Santri Tenggelam di Bengawan Solo, Tim Gabungan Lakukan Pencarian
NGAWI – Seorang santri dari salah satu pondok pesantren di Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, dilaporkan tenggelam di Sungai Bengawan Solo pada Kamis petang, 11 Juni 2026. Korban diduga terseret arus saat berenang bersama 14 temannya.
Korban diketahui bernama Muhammad Maulana Rifai (15), seorang santri yang tinggal di salah satu pondok pesantren di wilayah Mantingan. Peristiwa terjadi saat korban bersama sejumlah rekannya berenang di Sungai Bengawan Solo. Diduga korban terseret arus deras dan tidak berhasil kembali ke tepi sungai.
Mendapat laporan kejadian tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Damkar Ngawi, BPBD, TNI, Polri, serta sejumlah relawan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian. Keluarga korban yang berada di lokasi tampak terus memantau jalannya proses pencarian dengan harapan korban segera ditemukan.
Kasi Penyelamatan Damkar Ngawi, Rohmat Angga, mengatakan petugas langsung melakukan koordinasi dengan seluruh unsur terkait begitu menerima laporan warga. Pencarian difokuskan di titik awal korban diduga tenggelam dan dilanjutkan dengan penyisiran sepanjang aliran sungai.
Sementara itu, Kapolsek Mantingan, Iptu Andy Wijayanto, membenarkan adanya laporan laka air di Sungai Bengawan Solo. Pihak kepolisian bersama petugas gabungan dan warga terus melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai guna menemukan keberadaan korban.
Hingga Kamis malam, proses pencarian terhadap Muhammad Maulana Rifai masih terus berlangsung. Petugas berharap korban dapat segera ditemukan agar dapat segera diserahkan kepada pihak keluarga.






