Tari Keling, Kesenian Tradisi Ponorogo yang Tak Lekang Zaman
PONOROGO – Di balik popularitas Reog Ponorogo, terdapat satu kesenian tradisional yang masih lestari dan hanya dapat ditemukan di Dusun Mojo, Desa Singgahan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Kesenian tersebut adalah Tari Keling, sebuah warisan budaya yang terus dijaga dan diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.
Sebelum pertunjukan dimulai, sesepuh dusun memimpin ritual pembuka dengan menyalakan dupa sebagai bagian dari tradisi. Sementara itu, para penari menyiapkan kostum dan berbagai perlengkapan yang akan digunakan selama pementasan.
Tari Keling memiliki ciri khas pada iringan musiknya yang menggunakan dua kentongan, kendang, dan bedug kecil. Berbeda dengan Reog Ponorogo yang identik dengan suara slompret, kesenian ini mengandalkan alat musik sederhana yang menghasilkan irama khas sebagai identitas pertunjukan.
Sebelum menari, para pemain mengoleskan campuran arang dan minyak kelapa ke seluruh tubuh hingga berwarna hitam pekat. Mereka kemudian mengenakan topeng serta membawa tombak, pedang, panah, dan gada yang melambangkan prajurit Kerajaan Keling.
Dalam pementasan, sebanyak 22 penari membawakan kisah pertempuran Raja Bagaspati dari Kerajaan Tambas Keling yang menculik Putri Sekar Arum dan Sekar Sari dari Kerajaan Ngerum. Cerita tersebut berakhir dengan kemenangan Joko Tawang yang berhasil menyelamatkan kedua putri.
Bagi masyarakat Dusun Mojo, Tari Keling bukan sekadar hiburan, melainkan simbol kebersamaan sekaligus warisan budaya. Dahulu, kesenian ini dipentaskan sebagai ikhtiar masyarakat saat menghadapi musim paceklik akibat kemarau panjang. Kini, Tari Keling masih rutin dipentaskan setiap Bulan Suro, Idulfitri, serta berbagai tradisi adat lainnya.
Seluruh pemain Tari Keling merupakan warga asli Dusun Mojo. Regenerasi dilakukan secara turun-temurun untuk menjaga keaslian gerak, alur cerita, dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Pemerhati budaya dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Dr. Setyo Yanuarti, menilai Tari Keling memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi serta berpotensi dikembangkan sebagai salah satu daya tarik wisata budaya di Ponorogo. Meski demikian, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengungkap asal-usul dan perkembangan kesenian tersebut secara lebih komprehensif.






