Pesanan Tembus 210 Set, Penjahit Seragam Sekolah di Kota Madiun Kebanjiran Order
KOTA MADIUN – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, jasa jahit seragam sekolah di Kota Madiun mulai kebanjiran pesanan. Lonjakan permintaan terjadi sejak awal masa libur sekolah seiring persiapan para orang tua memenuhi kebutuhan seragam anak sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Salah satu penjahit yang merasakan peningkatan pesanan adalah Wahyuning Tani, pemilik jasa jahit di Jalan Pondok Manis III, Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun. Sejak awal libur sekolah, ia telah menerima sekitar 210 set pesanan seragam dari sekolah maupun pelanggan perorangan.
Pesanan yang diterima meliputi seragam untuk jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.
Wahyuning Tani mengatakan meningkatnya jumlah pesanan membuat kapasitas produksi harus ditingkatkan agar seluruh pesanan dapat selesai sebelum hari pertama masuk sekolah.
“Sejak awal libur sekolah pesanan terus berdatangan hingga mencapai sekitar 210 set. Kalau hari biasa hanya bisa menyelesaikan dua set per hari, sekarang kami tingkatkan menjadi sekitar lima set per hari agar semua pesanan selesai sebelum masuk sekolah,” ujar Wahyuning Tani.
Lonjakan pesanan juga diikuti meningkatnya aktivitas para pelanggan yang datang membawa kain seragam untuk dijahit. Salah seorang pelanggan, Ari Dwi Indarto, memilih menggunakan jasa penjahit agar ukuran seragam lebih pas dan nyaman dikenakan anaknya.
“Saya memilih menjahit sendiri karena ukurannya bisa disesuaikan dengan badan anak, hasilnya juga lebih rapi dan nyaman dipakai saat sekolah nanti,” kata Ari Dwi Indarto.
Untuk tarif jasa jahit, seragam TK hingga SD dengan sistem borongan dipatok antara Rp75 ribu hingga Rp85 ribu per set. Sementara itu, jasa jahit pesanan perorangan dikenakan tarif sekitar Rp135 ribu per set, sedangkan seragam SMP hingga SMA dibanderol sekitar Rp150 ribu per set.
Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, pelanggan diperkirakan masih akan terus berdatangan membawa kain seragam untuk dijahit. Kondisi ini membuat lonjakan pesanan diprediksi masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan.






