Tembus 25,63 Persen, Capaian Sensus Ekonomi di Kota Madiun Lampaui Target Akhir Juni

KOTA MADIUN – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Madiun menunjukkan perkembangan positif. Hingga hari ke-15 pelaksanaan, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun telah menyelesaikan pencacahan sebesar 25,63 persen dari total sasaran, melampaui target akhir Juni yang ditetapkan sebesar 25 persen.

Berdasarkan daftar awal BPS, total sasaran pencacahan di Kota Madiun mencapai 75.308 unit yang meliputi rumah tangga, pelaku usaha, serta usaha pertanian. Kegiatan sensus dijadwalkan berlangsung hingga 31 Agustus 2026 dengan melibatkan 151 petugas, terdiri dari 131 pencacah lapangan dan 20 pengawas serta pemeriksa.

Meski capaian pendataan telah melampaui target, petugas masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya adalah menyesuaikan waktu kunjungan dengan responden yang bekerja pada pagi hingga siang hari. Untuk mengatasi hal tersebut, petugas melakukan kunjungan ulang pada sore hari maupun akhir pekan.

Selain itu, masih terdapat sebagian kecil masyarakat yang menolak didata karena mengira sensus berkaitan dengan penarikan pajak.

Kepala BPS Kota Madiun, Abdul Aziz, menegaskan bahwa Sensus Ekonomi bertujuan memperoleh data kondisi perekonomian masyarakat dan tidak berkaitan dengan kewajiban perpajakan.

“Sensus Ekonomi tidak ada kaitannya dengan penarikan pajak. Data yang dikumpulkan digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan. Kami mengimbau masyarakat agar menerima petugas sensus yang datang dengan identitas resmi dari BPS,” ujar Abdul Aziz.

BPS Kota Madiun juga mengingatkan masyarakat untuk memastikan petugas yang datang mengenakan rompi berlogo BPS dan Sensus Ekonomi, membawa kartu identitas berkode QR, serta surat tugas resmi. Langkah tersebut dilakukan untuk menjamin keamanan dan kelancaran proses pendataan hingga target penyelesaian pada akhir Agustus 2026 dapat tercapai.

Share
Tutup